Life at Nurosoft

Inilah 4 Mitos yang Tidak Benar Tentang Pengalaman Bekerja di Software House

Pernahkah anda membayangkan bagaimana rasanya bekerja di sebuah software house? Mungkin anda sudah mendengar beberapa cerita lucu ataupun cerita yang “menyeramkan” yang sudah tersebar dari mulut konsultan IT satu ke mulut konsultan yang lain. Sekarang saatnya kita meralat dan meluruskan rumor-rumor tersebut. Hari ini kami akan membahas 4 mitos paling umum tentang pengalaman bekerja di software house dan meyakinkan anda bahwa rumor tersebut tidak benar, terutama jika anda bekerja di Nurosoft Consulting!

1. Proyek yang dikerjakan oleh software house memiliki kualitas yang rendah

Nurosoft Consulting memiliki visi untuk menangani proyek-proyek mancanegara. Saat ini kami baru mulai merintis implementasi proyek di India dan Australia dan kedepannya akan terus expansi ke negara-negara maju lainnya. Tentu kualitas harus jadi prioritas utama kami untuk melayani perusahaan multi-nasional dari berbagai negara. Untuk menjaga kualitas, semua programmer yang bekerja di Nurosoft harus terlebih dahulu melewati proses interview yang sangat ketat. Hanya programmer-programmer terbaik di Indonesia yang mampu melewati proses interview kami. Proses training pun juga cukup panjang agar para programmer familiar dengan development best practices dan dapat mengikuti standard internasional. Kami sangat mementingkan kualitas SDM agar dapat membangun product yang berkualitas tinggi.

2. Proyek-proyek software house membosankan

Apa menurut anda proyek video-sharing app membosankan? Bagaimana dengan proyek yang memerlukan integrasi dengan RFID? Proyek-proyek yang dikerjakan Nurosoft sangat beragam dan menantang, karena client kami selalu memberikan ide-ide bisnis yang out-of-the-box. Jika anda bekerja di sebuah start-up atau perusahaan IT lainnya, pengalaman anda akan dibatasi oleh teknologi dan tools yang bersangkutan dengan 1 atau 2 product saja. Berbeda dengan perusahaan IT pada umumnya, proyek-proyek di Nurosoft sangat beragam karena kami bekerja sama dengan client-client dari berbagai industri. Bahkan proyek yang ditangani akan berubah setiap 6 bulan sehingga memberikan banyak kesempatan kepada para developer untuk mempelajari teknologi dan tools yang baru.

working nuroosft interesting

3. Software house menutup akses source code

Pada umumnya, software house di Indonesia tidak memberikan akses source code kepada client agar mereka terus bergantung pada software house tersebut dan menggunakan jasa maintenance bulanan yang ditawarkan. Nurosoft memberikan seluruh akses ke source code, database, dan server sepenuhnya kepada client karena kami lebih mementingkan transparansi daripada biaya bulanan. Kami ingin agar komunikasi dan kerjasama dapat terjalin dengan baik. Nurosoft team memiliki prinsip untuk selalu transparan sehingga client kami tau apa saja yang kami kerjakan, berapa lama waktu pengerjaannya, dan semua hambatan yang dihadapi.

source code full access transparency

4. Software house merupakan perusahaan outsourcing

Nurosoft merupakan konsultan IT, bukan perusahaan outsourcing yang menyediakan tenaga kerja IT untuk dipekerjakan perusahaan lain. Client kami menganggap kami sebagai partner bisnis dan kepanjangan tangan dari team mereka sendiri. Semua pekerjaan yang dilakukan oleh developer kami berdampak pada bisnis klien dan tentunya dihargai oleh seluruh team.

Jika anda tertarik untuk mendaftar ke Nurosoft, anda dapat mengirimkan CV anda ke [email protected]. Bekerja di Nurosoft Consulting dijamin tidak akan membosankan!

pekerjaan programmer nurosoft

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *